Kursi Roda Tak Halangi Raih Gelar Sarjana

Kisah Inspiratif Eprisa: Kursi Roda Tak Halangi Raih Gelar Sarjana

“Ketekunan dan semangat tak mengenal batas, semua impian bisa tercapai.”

Kursi Roda Tak Halangi Eprisa Raih Gelar Sarjana

Eprisa Nova Rahmawati, seorang mahasiswi penyandang disabilitas, mencuri perhatian dalam Wisuda Ke-77 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Dalam acara yang berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Eprisa berhasil meraih gelar sarjana komputer dengan predikat magna cum laude, mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,77. Momen bahagia ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih impian.

Perjuangan yang Tak Kenal Henti

Eprisa, yang berasal dari Desa Panusupan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, mengawali perjalanan hidupnya dengan tantangan berat. Sejak duduk di bangku kelas tiga SMP, ia mengalami kelumpuhan akibat penyumbatan pada sumsum tulang belakang. Meskipun harus menggunakan kursi roda, semangatnya untuk belajar tidak pernah padam. Dukungan dari orang tuanya, Slamet Riyadi dan Sulasih, menjadi pendorong utamanya untuk terus berjuang.

Peran Penting Lingkungan dan Dukungan Teman

Selama menempuh pendidikan di UMP, Eprisa tidak merasa sendiri. Ia dikelilingi oleh teman-teman yang selalu siap membantu, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun saat menghadapi tantangan di kampus. Mereka tidak hanya membantu mendorong kursi rodanya, tetapi juga memberikan dukungan moral yang sangat berarti. Eprisa menyebut mereka sebagai “malaikat tak bersayap” yang selalu ada untuknya.

Inovasi dan Karya Menginspirasi

Dalam skripsinya, Eprisa mengembangkan aplikasi berbasis kamera untuk mendeteksi penyakit pada daun tomat. Inovasi ini bertujuan untuk membantu petani mengenali kondisi tanaman secara praktis dan efisien. Selain berprestasi di bidang akademik, Eprisa juga menyalurkan bakatnya dalam seni lukis, menggelar pameran tunggal yang menggambarkan perjalanan hidupnya. Kreativitasnya menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi individu untuk berkarya dan berkontribusi.

Pidato yang Mengharukan dan Harapan Masa Depan

Dalam momen wisuda, Eprisa menyampaikan pidato yang menyentuh hati, mengungkapkan rasa syukur dan keberanian untuk terus bermimpi meskipun menghadapi berbagai tantangan. Dia bercita-cita untuk melanjutkan karier di bidang desain antarmuka (UI/UX) serta ingin mengejar pendidikan magister. Pesannya yang kuat, “Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi” menjadi inspirasi bagi banyak orang yang hadir.

Dengan semangat dan dukungan yang tepat, Eprisa membuktikan bahwa siapa pun bisa meraih impian mereka. Mari kita dukung setiap langkah mereka yang berjuang melawan keterbatasan dan berikan ruang bagi mereka untuk bersinar.

Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng

Kursi Roda Tak Halangi Raih Gelar Sarjana
Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x