Inovasi Rusunawa Rendah Karbon oleh Wali Kota Tegal di Forum APEKSI 2025
“Inovasi rendah karbon: langkah nyata menuju kota berkelanjutan dan ramah lingkungan.”
Wali Kota Tegal Paparkan Inovasi Rusunawa Rendah Karbon
Dalam acara Knowledge Management Forum (KMF) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 yang berlangsung di Hotel Vasa Surabaya, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, memperkenalkan inovasi Rusunawa Rendah Karbon sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim. Dengan tema “Menuju Kota Berkelanjutan Melalui Penerapan Transisi Energi di Bangunan Gedung”, forum ini menjadi sarana penting untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Praktik Baik dalam Pembangunan Berkelanjutan
Dedy Yon menjelaskan bahwa Rusunawa Rendah Karbon yang dibangun di Kota Tegal merupakan contoh nyata bahwa keterbatasan anggaran dan teknologi bukanlah penghalang untuk menciptakan bangunan hijau. Kerja sama pemerintah daerah dan pusat, serta dukungan dari lembaga internasional seperti Japan International Cooperation Agency (JICA), telah memungkinkan proyek ini terwujud.
Bangunan ini dilengkapi dengan sistem pendinginan pasif yang efektif, mampu menurunkan suhu hingga lima derajat tanpa menggunakan pendingin listrik. Hal ini berkontribusi pada efisiensi energi dan penurunan emisi karbon hingga 30%. Saat ini, pembangunan tahap kedua sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada Februari 2026.
Komitmen untuk Energi Terbarukan
Wali Kota Tegal juga menyebutkan rencana untuk menguji coba penggunaan panel surya di atap gedung rusun tahap pertama. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Kota Tegal untuk terus bergerak menuju pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon. Selain itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Diana Kusumastuti, menekankan pentingnya implementasi green building untuk mengurangi emisi energi global, yang saat ini merupakan tantangan besar.
Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk bertukar pikiran, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah kolaboratif yang nyata pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat untuk mencapai tujuan pengurangan energi dan emisi yang lebih baik.
Kolaborasi Antar Kota untuk Mencapai Tujuan Bersama
Dalam forum ini, berbagai wali kota dari seluruh Indonesia turut berbagi pengalaman masing-masing. Contohnya, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menjelaskan tentang pengembangan Low Carbon Model Town yang berhasil menekan konsumsi energi hingga 67% melalui audit energi dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di gedung pemerintah.
Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar kota sangat penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Setiap kota memiliki tantangan dan solusi unik yang dapat dipelajari bersama. Dengan saling mendukung, diharapkan inisiatif-inisiatif seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak daerah untuk beradaptasi dan menerapkan solusi ramah lingkungan.
Menjadi Bagian dari Perubahan
Dengan semakin banyaknya inisiatif untuk mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi energi, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung program-program tersebut. Kesadaran akan pentingnya lingkungan dan dukungan terhadap bangunan berkelanjutan harus menjadi bagian dari budaya sehari-hari kita. Mari bersama-sama berkontribusi untuk menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
- Inovasi Rusunawa Rendah Karbon oleh Wali Kota Tegal di Forum APEKSI 2025 – Sumber Berita (01 Nov 2025, 00:35)
