Evaluasi Fungsi Lahan Daerah Rawan Bencana: Tindakan Mendesak dari Legislator
“Kesadaran legislator adalah kunci untuk melindungi lahan dan nyawa.”
Urgensi Evaluasi Fungsi Lahan di Daerah Rawan Bencana
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menegaskan bahwa pemerintah perlu segera melakukan evaluasi fungsi lahan, terutama di kawasan rawan bencana. “Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya situasi bencana seperti tanah longsor, banjir, dan kekeringan yang sering terjadi,” ujar Daniel dalam pernyataannya dari Semarang.
Penyebab Perubahan Fungsi Lahan
Daniel mengungkapkan bahwa salah satu faktor penyebab meningkatnya bencana alam adalah perubahan fungsi lahan. Hal ini termasuk pemanfaatan lahan yang berlebihan dan praktik deforestasi yang meluas. “Kondisi di Sumatera bisa saja terjadi di daerah lain jika kita tidak bertindak sekarang,” tambahnya.
Implikasi Ekonomi dan Lingkungan
Perubahan fungsi lahan sering kali didorong oleh faktor ekonomi, meskipun sudah ada peraturan ketat yang mengaturnya. Menurut Daniel, nilai ekonomis yang dihasilkan dari pengalihan fungsi lahan tidak sebanding dengan dampak bencana yang ditimbulkan. Ini menjadi tantangan besar bagi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga keseimbangan pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Kondisi Terkini dan Peringatan dari BMKG
Di Provinsi Jawa Tengah, baru-baru ini terjadi beberapa peristiwa longsor akibat hujan ekstrem, yang juga dipicu oleh siklon tropis. BMKG telah memberikan peringatan tentang potensi siklon tropis yang dapat mengancam Indonesia bagian selatan hingga Februari 2026. Daniel Johan mengingatkan bahwa pemerintah harus bertindak cepat dan tegas untuk menghindari terulangnya bencana serupa di masa depan.
“Kami siap mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk memastikan kondisi ini tidak terulang,” tutupnya. Mari kita dukung upaya evaluasi dan pengembalian fungsi lahan untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.
Langkah-Langkah Preventif yang Dapat Diambil
Pemerintah dapat mempertimbangkan sejumlah langkah preventif untuk mengatasi masalah ini. Pertama, penyusunan peta risiko bencana yang lebih akurat bisa membantu dalam perencanaan tata ruang yang lebih baik. Kedua, sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan tidak melakukan penebangan liar menjadi sangat penting.
Peran Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan
Partisipasi masyarakat juga sangat diperlukan dalam menjaga fungsi lahan. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan, masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah kerusakan lebih lanjut. Kegiatan penghijauan dan pelestarian hutan menjadi salah satu contoh kontribusi nyata yang dapat dilakukan.

- Evaluasi Fungsi Lahan Daerah Rawan Bencana: Tindakan Mendesak dari Legislator – Sumber Berita (03 Dec 2025, 18:10)
