Distribusi jagung SPHP pada 2025 capai 51.211 ton

Distribusi Jagung SPHP Bulog 2025 Capai 51.211 Ton

“Ketahanan pangan tercapai melalui distribusi yang terencana dan efisien.”

Target Distribusi Jagung SPHP di Tahun 2025

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa realisasi distribusi jagung dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk tahun 2025 mencapai angka signifikan, yaitu 51.211 ton. Dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta, Rizal menjelaskan bahwa pencapaian ini dipicu oleh kenaikan harga jagung di pasaran, khususnya untuk pakan ternak.

Peran Bulog dalam Menstabilkan Pasokan Pangan

Rizal menekankan bahwa penyaluran jagung SPHP dilakukan sesuai dengan arahan dari Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. “Kami ditugaskan untuk memastikan bahwa para peternak dapat membeli jagung dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya. Selain jagung, Bulog juga berhasil menyalurkan beras SPHP dengan total mencapai 802.939 ton pada tahun yang sama.

Strategi Penyaluran yang Berbeda

Rizal menjelaskan bahwa metode penyaluran untuk tahun ini berbeda dari sebelumnya. Alih-alih langsung kepada grosir, penyaluran jagung SPHP dilakukan langsung ke kios pengecer, yang diharapkan dapat lebih menjangkau peternak secara langsung. Hal ini juga mencerminkan komitmen Bulog untuk meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan pangan bagi para peternak di seluruh Indonesia.

Perpanjangan Program SPHP Jagung

Pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan program SPHP jagung bagi peternak ayam ras hingga akhir Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan sisa stok cadangan jagung yang masih tersedia. Dalam tahap pertama, tercatat bahwa sekitar 51 ribu ton dari target 52,4 ribu ton telah disalurkan kepada lebih dari 3.500 peternak di 17 provinsi.

Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Perpanjangan program ini juga didasarkan pada usulan dari berbagai dinas dan koperasi di daerah, menunjukkan kolaborasi yang erat pemerintah dan pemangku kepentingan lokal. Dengan anggaran yang diusulkan mencapai Rp63,1 miliar untuk tahap kedua, Bulog berkomitmen untuk terus mendukung peternak dalam memperoleh pakan ternak dengan harga yang lebih terjangkau.

Program SPHP jagung pakan ini bertujuan untuk menekan harga komoditas telur dan daging ayam, dan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Mari kita dukung upaya pemerintah dan Bulog dalam memastikan ketersediaan pangan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.

News Jateng

Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x