Revitalisasi SDN 2 Wonorejo Demak: Solusi Pendidikan Pasca Banjir
“Pendidikan yang pulih adalah harapan baru bagi masa depan masyarakat.”
Peresmian SDN 2 Wonorejo: Langkah Penting Pasca Banjir
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara resmi meresmikan gedung baru SD Negeri 2 Wonorejo di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada tanggal 3 Januari 2026. Sekolah ini sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir yang melanda daerah tersebut pada tahun 2024. Peresmian ini menjadi momentum penting bagi pemulihan infrastruktur pendidikan di wilayah yang sering terdampak bencana alam.
Desain Inovatif untuk Mengatasi Banjir
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa desain bangunan sekolah yang berbentuk panggung merupakan solusi inovatif untuk menghindari dampak banjir dan rob. “Sekolah ini menarik karena model bangunannya berbentuk panggung, dan ini satu-satunya yang saya kunjungi dengan desain seperti ini,” ujarnya. Dengan adanya desain ini, diharapkan siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman tanpa khawatir akan ancaman banjir di masa depan.
Program Revitalisasi yang Transparan dan Akuntabel
Revitalisasi SDN 2 Wonorejo dilakukan secara swakelola dengan total anggaran mencapai Rp2,229 miliar. Proses pembangunan ini telah mencapai 100 persen dan menunjukkan transparansi yang tinggi, di mana sisa anggaran dikembalikan ke kas negara. Menurut Mendikdasmen, program revitalisasi ini bukan hanya memperbaiki sarana pendidikan, tetapi juga memberikan dampak positif pada ekonomi lokal dengan melibatkan warga sekitar dalam proses pembangunan.
Dampak Positif bagi Komunitas
Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 2 Wonorejo, Saeronzi, menyatakan rasa syukurnya atas revitalisasi ini. “Dengan adanya revitalisasi ini, bangunan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman bagi siswa. Warga sekitar juga terbantu karena dilibatkan dalam pekerjaan pembangunan,” ungkapnya. Selain itu, program ini diharapkan dapat terus berlanjut, mengingat masih banyak sekolah lain yang membutuhkan perhatian serupa.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pendidikan di Demak
Bupati Demak, Eisti’anah, mengungkapkan harapannya agar program revitalisasi sekolah bisa terus berlanjut. “Tahun 2025 ada 89 titik sekolah SD dan SMP di Demak yang akan mendapatkan bantuan melalui program revitalisasi pemerintah pusat. Kami juga telah mengusulkan perbaikan untuk tahun-tahun mendatang,” tuturnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya.
Pendidikan yang Resilient di Tengah Tantangan
Revitalisasi ini menjadi bagian dari program nasional yang mencakup 16.175 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp16,9 triliun. Dengan progres yang sudah mencapai 95 persen, ini adalah langkah nyata untuk memastikan bahwa pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah rawan bencana, tetap bisa berlangsung dengan baik. Langkah ini tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

- Revitalisasi SDN 2 Wonorejo Demak: Solusi Pendidikan Pasca Banjir – Sumber Berita (03 Jan 2026, 22:10)
