Buku Pop-up dengan QR Code: Mendorong Literasi dan Numerasi di Semarang
“Inovasi buku pop-up mendorong literasi dan numerasi generasi masa depan.”
Buku Pop-up Berbasis QR Code: Inovasi dalam Pendidikan di Semarang
Buku pop-up berbasis QR Code kini menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan literasi dan numerasi di Semarang. Dalam rangka menghadapi tantangan pendidikan, terutama dalam literasi dan numerasi, guru memerlukan materi ajar yang menarik serta efektif. Kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Tanoto Foundation telah melibatkan tiga puluh guru SD untuk mengembangkan buku 3D yang kaya akan cerita dan pengalaman belajar.
Pelatihan Penulisan Bahan Bacaan 3D
Pelatihan ini menekankan pengembangan buku pop-up yang mengangkat kearifan lokal, dilengkapi dengan QR Code yang berisi audio. Tujuannya adalah untuk mengajak murid tidak hanya membaca, tetapi juga melihat, menyentuh, dan mendengar, sehingga pemahaman terhadap teks dan numerasi dapat terintegrasi dengan baik. Format multimodal ini memungkinkan guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan menyeluruh.
Integrasi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran
Setiap buku dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu siswa dengan menampilkan budaya, kuliner, dan tempat bersejarah di Semarang. Contohnya, halaman yang menggambarkan Pasar Semawis, di mana siswa dapat menghitung jumlah lampion dan mendengar penjelasan melalui QR Code. Hal ini tidak hanya memperkaya pemahaman mereka terhadap cerita tetapi juga mengasah kemampuan numerasi mereka.
Dengan adanya buku pop-up ini, diharapkan siswa dapat terlibat aktif dalam proses belajar, termasuk dalam kegiatan “Proyek Kecilku” yang mendorong mereka untuk menciptakan karya sendiri. Proyek ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan yang telah mereka pelajari dalam bentuk yang lebih praktis, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
Pelatihan ini juga memperhatikan aksesibilitas, di mana buku dirancang dengan mempertimbangkan keterbacaan, kontras warna, dan elemen taktil. Audio narasi disajikan dalam Bahasa Indonesia yang jelas, sehingga semua siswa, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, dapat mengakses informasi dengan mudah. Dengan pendekatan ini, diharapkan pendidikan di Semarang dapat lebih inklusif dan menyeluruh.
Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng
- Buku Pop-up dengan QR Code: Mendorong Literasi dan Numerasi di Semarang – Sumber Berita (23 Oct 2025, 19:25)
