DPRD Semarang Soroti Halte Trans Semarang Terdampak Betonisasi
“Betonisasi mengubah wajah kota, namun aksesibilitas harus tetap dijaga.”
DPRD Semarang Menggugah Kesadaran Terhadap Halte Trans Semarang
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang memberikan perhatian serius terhadap sejumlah halte Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang terdampak proyek betonisasi. Proyek ini berlangsung di Jalan Brigjen Sudiarto, dan mengakibatkan beberapa halte terendam beton. Anggota DPRD, Ali Umar Dhani, mengungkapkan keprihatinan masyarakat mengenai kondisi ini, yang menghambat aksesibilitas transportasi publik.
Kondisi Halte yang Memprihatinkan
“Kami mendapatkan laporan dari warga bahwa beberapa halte, seperti yang terletak di depan SPBU Penggaron, Man 1 Semarang, serta Manunggal Jati, terendam akibat pengecoran,” kata Ali Umar. Ia juga menyoroti halte-halte di sekitar Jalan Zebra yang mengalami nasib serupa. Proyek betonisasi yang dimaksudkan untuk meningkatkan infrastruktur seharusnya tetap memprioritaskan kenyamanan pengguna transportasi umum.
Pentingnya Koordinasi Pihak Terkait
Ali menekankan bahwa kurangnya koordinasi pemerintah kota dan kontraktor proyek berkontribusi pada masalah ini. Beberapa titik halte yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban dari proyek tersebut. “Ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap fasilitas publik yang sangat penting,” katanya. Ia mendesak Pemerintah Kota Semarang untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap halte-halte yang terdampak.
Solusi untuk Meningkatkan Akses Transportasi
Ali juga meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan dan peninggian pada halte yang terendam agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Tindakan perbaikan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan, termasuk dalam menciptakan solusi transportasi alternatif bagi pengguna Trans Semarang yang terpengaruh. “Harapan kami, dengan evaluasi yang lebih baik, proyek-proyek besar ini bisa lebih memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat,” tutupnya.
Pentingnya transportasi publik yang efisien dan nyaman menjadi semakin jelas dengan adanya masalah ini. Halte-halte yang berfungsi sebagai titik akses utama bagi masyarakat harusnya mendapatkan perhatian khusus dalam setiap proyek pembangunan. Dalam konteks ini, perencanaan yang matang dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan sangatlah diperlukan.
Selain itu, keberadaan fasilitas transportasi yang baik merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah kota. Dengan demikian, DPRD Semarang dan Pemerintah Kota harus bekerja sama untuk memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi masyarakat.

- DPRD Semarang Soroti Halte Trans Semarang Terdampak Betonisasi – Sumber Berita (13 Jan 2026, 10:20)
