Edukasi Industri Hijau untuk Perajin Batik di Pekalongan
“Edukasi hijau mengubah batik menjadi seni berkelanjutan dan ramah lingkungan.”
Pemkot Pekalongan Tingkatkan Kesadaran Lingkungan di Industri Batik
Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sedang gencar melaksanakan edukasi tentang penerapan standar industri hijau bagi para perajin batik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengelola limbah dengan baik dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menyatakan bahwa produksi batik tidak hanya harus menghasilkan karya yang indah, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Standar Industri Hijau untuk Keberlanjutan
Balgis menjelaskan bahwa penerapan standar industri hijau diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk batik lokal di pasar internasional. Dengan mengikuti prinsip ramah lingkungan, produk batik akan lebih menarik bagi konsumen global yang semakin peduli terhadap isu lingkungan. “Kami berharap para peserta pelatihan dapat menjadi duta industri hijau yang menyebarkan pengetahuan ini kepada pelaku batik lainnya,” tambahnya.
Komitmen Pemerintah dalam Memperkuat Industri Batik
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap standar industri hijau. Pemkot berkomitmen untuk menjadikan industri batik unggul secara ekonomi, budaya, dan lingkungan. “Pelaku usaha batik perlu memahami dan menerapkan standar ini agar industri batik dapat terus berkembang tanpa merusak lingkungan,” ungkapnya.
Program edukasi ini adalah langkah besar menuju masa depan yang lebih berkelanjutan untuk industri batik. Para perajin diharapkan dapat menghasilkan karya yang tidak hanya berharga secara estetika, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Mari dukung upaya ini untuk menjaga kelestarian budaya dan lingkungan kita.
Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng
- Edukasi Industri Hijau untuk Perajin Batik di Pekalongan – Sumber Berita (14 Oct 2025, 22:40)
