Ekskavasi Candi Bata Gringsing Tertunda, Butuh Rp2 Miliar untuk Pelestarian
“Pelestarian warisan budaya memerlukan dukungan finansial dan perhatian bersama.”
Ekskavasi Candi Bata Gringsing Terhenti Akibat Ketiadaan Anggaran
Upaya ekskavasi lanjutan di Candi Bata Gringsing, yang terletak di Kabupaten Batang, harus terhenti sementara waktu. Hal ini disebabkan kurangnya anggaran, padahal ekskavasi ini sangat penting untuk melestarikan salah satu situs bersejarah tertua di Jawa Tengah ini. Candi Bata Gringsing diharapkan dapat diungkap secara utuh agar nilai sejarahnya dapat dikenal oleh masyarakat luas.
Pentingnya Pelestarian Candi Bata Gringsing
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Batang, Camelia Dewi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan sejumlah penelitian lanjutan untuk penataan kawasan Candi Bata Gringsing dan sekitarnya. Rencana tersebut mencakup ekskavasi lebih lanjut untuk membuka bagian atas bukit tempat candi berada. “Kami sangat membutuhkan ekskavasi tambahan untuk menyingkap lebih banyak bagian dari candi ini,” ujarnya.
Usulan Anggaran dan Rencana Penataan kawasan
Untuk melanjutkan ekskavasi, Disdikbud Batang memperkirakan kebutuhan dana sekitar Rp2 miliar. Namun, hingga saat ini, anggaran tahun 2026 belum mencakup pengajuan tersebut. Camelia menegaskan bahwa perbaikan dan penguatan struktur candi sangat penting agar keaslian bangunan dapat terjaga. “Keterlibatan berbagai pihak dalam penataan kawasan ini akan sangat membantu mempercepat realisasi pelestarian Candi Bata Gringsing,” tambahnya.
Candi Bata Gringsing tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi pusat edukasi bagi masyarakat dan wisatawan. Dengan penataan yang tepat, kawasan ini bisa menjadi daya tarik wisata budaya yang signifikan di Batang. Mari dukung upaya pelestarian candi bersejarah ini agar dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.


- Butuh Rp2 Miliar, Ekskavasi Candi Bata Gringsing di Batang Terhenti karena Tak Ada Anggaran – halosemarang.id (03 Feb 2026, 07:49)
