Evaluasi Lahan Pegunungan oleh Pemkab Batang untuk Tekan Risiko Longsor
“Kesadaran akan risiko lingkungan adalah kunci untuk melindungi masyarakat.”
Upaya Pemkab Batang dalam Mitigasi Longsor
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tengah berupaya keras dalam melakukan evaluasi fungsi lahan pegunungan. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko longsor yang sering mengancam wilayah tersebut. Bupati Batang, Faiz Kurniawan, menekankan pentingnya menjaga struktur tanah yang kuat, terutama di area yang sebelumnya ditanami tanaman keras, tetapi kini beralih ke tanaman kentang.
Pentingnya Audit Lahan untuk Keberlanjutan
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Faiz menjelaskan bahwa perubahan penggunaan lahan ini dapat membuat tanah menjadi lebih gembur dan rentan terhadap pergerakan, terutama saat curah hujan tinggi. “Kami tengah melakukan audit terhadap perizinan pemanfaatan lahan yang berkembang menjadi rest area dan kegiatan komersial lainnya,” ujarnya.
Pemkab Batang juga berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya bagi pengelola lahan yang terlibat dalam skema perhutanan sosial. Edukasi ini difokuskan pada penerapan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, guna mengurangi risiko bencana.
Inisiatif Penanaman Bibit Tahan Longsor
Untuk memperkuat struktur tanah di kawasan rawan longsor, Pemkab Batang berencana memberikan bibit tanaman yang memiliki daya tahan tinggi. Ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas tanah, khususnya di Desa Pranten. “Kami berharap langkah ini dapat menekan potensi bencana longsor serta menjaga keberlanjutan ekosistem di kawasan atas yang penting sebagai daerah tangkapan air,” tambahnya.
Melalui langkah-langkah ini, Pemkab Batang menunjukkan komitmennya dalam mitigasi bencana dan perlindungan lingkungan. Mari kita dukung upaya ini agar Batang dan sekitarnya bisa lebih aman dari risiko longsor.

- Evaluasi Lahan Pegunungan oleh Pemkab Batang untuk Tekan Risiko Longsor – Sumber Berita (08 Dec 2025, 22:55)
