Evaluasi Penerapan Diferensiasi Fungsional dalam KUHAP

“Diferensiasi fungsional dalam KUHAP: kunci keadilan dan efisiensi hukum.”

Meninjau Penerapan Diferensiasi Fungsional dalam KUHAP

Penerapan diferensiasi fungsional dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menjadi isu penting dalam konteks penegakan hukum di Indonesia. Sarimonang Beny Sinaga, seorang mahasiswa Program Doktor di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, mengemukakan bahwa penegakan hukum yang efektif dan adil sangat bergantung pada prosedur yang diatur dalam KUHAP.

Pentingnya Penegakan Hukum dalam Masyarakat

Penegakan hukum merupakan elemen vital untuk menciptakan tatanan masyarakat yang tertib dan memberikan kepastian hukum. Dalam sistem peradilan pidana, peran polisi sebagai penyidik dan jaksa sebagai penuntut umum adalah kunci. Namun, meskipun KUHAP telah menetapkan prosedur, banyak kekurangan yang menghambat efektivitas penegakan hukum.

Relevansi Asas Diferensiasi Fungsional

Asas diferensiasi fungsional bertujuan untuk mengatur peran masing-masing aparat penegak hukum dengan lebih tegas. Namun, penerapannya seringkali menimbulkan ketidakberdayaan antar institusi, yang dapat berakibat pada pelanggaran hak asasi manusia. Di sinilah pentingnya evaluasi dan reformasi terhadap KUHAP agar setiap proses penegakan hukum dapat berjalan dengan baik dan menghindari penyalahgunaan kewenangan.

Meninjau Kembali Asas Dominus Litis

Asas Dominus Litis—yang berarti ‘penguasa perkara’—seharusnya diintegrasikan secara penuh dalam proses penanganan perkara. Saat ini, peran jaksa dalam penyidikan sering kali terbatas, yang mengakibatkan ketidakefektifan dalam penanganan kasus. Dengan menerapkan asas ini, diharapkan penegakan hukum menjadi lebih efektif dan memenuhi harapan masyarakat akan keadilan.

Peluang Reformasi Hukum

Momentum reformasi hukum yang tengah berjalan saat ini merupakan kesempatan emas untuk mengatasi masalah yang ada dalam penerapan diferensiasi fungsional. Dengan perbaikan dan revisi KUHAP, diharapkan setiap pihak dapat berkolaborasi secara sinergis, sehingga proses peradilan pidana menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Dengan mempertimbangkan semua aspek di atas, penting bagi kita semua untuk mendukung upaya perbaikan dalam sistem hukum yang ada. Hanya dengan penegakan hukum yang baik, kita bisa mencapai keadilan yang sesungguhnya dalam masyarakat.

News Jateng

Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x