Inovasi Alat Pemantau Filter Solar UMS untuk Efisiensi Distribusi BBM

“Inovasi memudahkan efisiensi, menjaga keberlanjutan distribusi energi masa depan.”

Inovasi Alat Pemantau Filter Solar dari UMS

Tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah menciptakan alat pemantau filter solar yang inovatif. Alat ini bertujuan untuk mendukung efisiensi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Dipimpin oleh Ir. Rois Fatoni, S.T., M.Sc., Ph.D., tim ini berhasil mendapatkan pendanaan Riset Produktif (RISPRO) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) senilai Rp3,4 miliar.

Pentingnya Pemantauan Filter Solar

Rois Fatoni menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah dalam penggantian solar dengan biosolar BXX, yang terdiri dari 40 persen biodiesel dan 60 persen solar, menimbulkan tantangan baru pada sistem penyaringan BBM. Biodiesel yang berasal dari tanaman dapat menyebabkan penumpukan senyawa kimia yang mengakibatkan terjadinya filter clogging atau penyumbatan filter solar.

“Tim kami berupaya mengembangkan alat yang dapat memberikan informasi kepada manajemen kapan waktu yang tepat untuk mengganti filter, dengan harapan tidak terlalu cepat maupun terlambat, karena keduanya berdampak pada efisiensi distribusi BBM,” ungkap Rois.

Kolaborasi Multidisipliner

Riset ini melibatkan 19 peneliti lintas disiplin dari berbagai fakultas, seperti Teknik Industri, Informatika, Ekonomi, Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro. Kerja sama ini mencerminkan semangat multidisipliner yang kuat di UMS. “Ini adalah riset multidisiplin yang sesungguhnya, dan kami berharap dapat menerapkan hasil penelitian ini secara luas di lapangan,” tambah Rois.

Pengujian awal alat ini dilakukan menggunakan simulator kendaraan diesel yang merepresentasikan armada pengangkut BBM. Dengan hasil yang memuaskan, tim berencana mengujinya di kendaraan nyata dalam waktu dekat. Jika berhasil, inovasi ini berpotensi mengurangi kemacetan filter selama perjalanan dan mencegah kerugian ekonomi akibat keterlambatan distribusi.

Harapan dan Masa Depan Riset

Prof. Dr. Thamrin Usman, salah satu reviewer LPDP, memberikan apresiasi atas kemajuan riset ini. “Kami berharap riset ini dapat menghasilkan produk yang siap dipasarkan dan memberikan kontribusi nyata terhadap efisiensi manajemen distribusi BBM di Indonesia,” ujarnya.

Dengan adanya alat pemantau filter solar ini, diharapkan distribusi BBM dapat berlangsung lebih efisien, memberikan manfaat tidak hanya bagi Pertamina, tetapi juga bagi masyarakat luas. Untuk itu, mari kita dukung inovasi-inovasi lokal yang berpotensi membawa perubahan positif bagi industri energi di Indonesia.

News Jateng

Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x