Literasi Pra-Nikah untuk Generasi Z oleh Mahasiswa Ilkom UMS
“Literasi pra-nikah membekali Generasi Z untuk hubungan yang lebih sehat.”
Literasi Pra-Nikah untuk Generasi Z oleh Mahasiswa Ilkom UMS
Tim Mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) baru-baru ini menggelar program edukasi pra-nikah dengan judul Before Marriage Talk di Gedung J Seminar 2, Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan ini diadakan pada Minggu, 21 Desember, dan dihadiri oleh sekitar 127 peserta yang terdiri dari mahasiswa serta masyarakat umum. Tujuan utama dari acara ini adalah untuk meningkatkan literasi pra-nikah di kalangan Generasi Z berdasarkan nilai-nilai Islam.
Sarah Zartika, salah satu panitia acara, menyatakan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kekhawatiran di kalangan generasi muda mengenai pernikahan, terutama dengan adanya narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa “marriage is scary”. Melalui Before Marriage Talk, para peserta diajak untuk memahami bahwa pernikahan bukan hanya sekadar ikatan sosial, tetapi juga merupakan proses ibadah yang memerlukan kesiapan mental, spiritual, dan emosional.
Sinergi dengan Kementerian Agama
Acara ini diselenggarakan dengan dukungan kolaborasi dari Kementerian Agama Kota Surakarta, yang memperkuat materi pra-nikah sesuai dengan syariat Islam. Sinergi ini mencerminkan kerjasama mahasiswa UMS dan lembaga keagamaan dalam memberikan edukasi yang kontekstual bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat lebih siap menjalani kehidupan berumah tangga.
Narasumber Berpengalaman
Dengan tema “Marriage it’s not scary, it’s a lot story”, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Ustadz Geza Septriyandi dan Sofyan Madiu, B.A (Hons), M.Th.I. Keduanya memberikan materi terkait kesiapan mental dan spiritual serta berbagai aspek penting yang harus dipersiapkan sebelum menikah. Dalam sesi diskusi, seorang peserta mengungkapkan kegelisahannya terkait rasa takut untuk menikah dan bertanya tentang cara menghadapinya.
Ustadz Geza menekankan pentingnya fondasi spiritual dalam menghadapi ketakutan itu. Menurutnya, membiasakan diri untuk bersyukur dan menumbuhkan cinta kepada Allah akan membantu mengelola rasa takut tersebut. Pernikahan, lanjutnya, merupakan ajaran yang dianjurkan dalam Islam dan jika dijalani dengan niat baik, insya Allah akan mendapatkan bantuan dari Allah.
Pentingnya Pendidikan Pra-Nikah
Literasi pra-nikah sangat penting untuk generasi muda saat ini, terutama dengan meningkatnya angka perceraian dan masalah dalam rumah tangga. Pendidikan yang tepat dapat membantu pasangan memahami berbagai aspek kehidupan berumah tangga, mulai dari komunikasi, pengelolaan keuangan, hingga parenting. Dengan pemahaman yang baik, generasi Z diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih sehat dan harmonis.
Kegiatan seperti Before Marriage Talk juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk saling berbagi pengalaman dan pandangan tentang pernikahan. Diskusi terbuka membantu mengurangi stigma negatif seputar pernikahan dan memberikan perspektif baru kepada mereka yang masih ragu untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Ajakan untuk Berpartisipasi dalam Kegiatan Serupa
Acara ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan mereka untuk menghadapi kehidupan pernikahan. Mari dukung inisiatif semacam ini agar lebih banyak generasi muda yang siap menghadapi tantangan pernikahan dengan pemahaman yang baik.

- Literasi Pra-Nikah untuk Generasi Z oleh Mahasiswa Ilkom UMS – Sumber Berita (02 Jan 2026, 01:00)
