Pentingnya Literasi Pra-Nikah bagi Generasi Z: Program Before Marriage Talk

Pentingnya Literasi Pra-Nikah bagi Generasi Z: Program Before Marriage Talk

“Literasi pra-nikah membekali Generasi Z untuk hubungan yang lebih sehat.”

Pentingnya Literasi Pra-Nikah untuk Generasi Z

Tim Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) baru-baru ini menyelenggarakan program edukasi pra-nikah yang menarik, bertajuk Before Marriage Talk, di Gedung J Seminar 2 Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 21 Desember 2025, ini dihadiri oleh sekitar 127 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan literasi pra-nikah di kalangan Generasi Z berbasis nilai-nilai Islam.

Menjawab Kegelisahan Generasi Muda

Dalam era digital saat ini, pernikahan sering kali dipandang dengan skeptisisme oleh Generasi Z, yang banyak terpengaruh oleh narasi “marriage is scary” di media sosial. Sarah Zartika, salah satu panitia, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengubah pandangan tersebut. “Melalui Before Marriage Talk, kami ingin menunjukkan bahwa pernikahan bukan hanya ikatan sosial, tetapi juga proses ibadah yang memerlukan kesiapan mental, spiritual, dan emosional,” ujarnya.

Sinergi dengan Kementerian Agama

Program ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Surakarta, yang memberikan dukungan dalam penguatan materi pra-nikah. Hal ini menunjukkan komitmen mahasiswa UMS untuk memberikan edukasi yang kontekstual dan aplikatif bagi generasi muda, selaras dengan ketentuan syariat Islam. Before Marriage Talk diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi pra-nikah di kalangan mahasiswa dan generasi muda.

Diskusi Inspiratif tentang Kesiapan Menikah

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Ustadz Geza Septriyandi dan Sofyan Madiu, yang membahas berbagai aspek penting dalam persiapan pernikahan. Dalam sesi diskusi, seorang peserta mengungkapkan kekhawatirannya tentang menikah. Ustadz Geza menekankan pentingnya memiliki fondasi spiritual yang kuat untuk mengatasi ketakutan tersebut. “Kunci utamanya adalah membiasakan diri untuk bersyukur dan menumbuhkan cinta kepada Allah di atas cinta kepada makhluk,” jelasnya.

Pernikahan sebagai Sunnah Rasul

Ustadz Geza juga mengingatkan bahwa pernikahan merupakan ajaran yang dianjurkan dalam Islam. “Jika pernikahan dijalani dengan niat yang baik dan penuh keyakinan, insya Allah Allah akan menolong dan memberikan yang terbaik,” tambahnya. Dengan begitu, kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga membentuk mental dan spiritual peserta untuk mempersiapkan diri sebelum menikah.

Manfaat Literasi Pra-Nikah untuk Generasi Z

Mengikuti literasi pra-nikah seperti program Before Marriage Talk membantu Generasi Z memahami lebih dalam mengenai komitmen dan tanggung jawab yang datang dengan pernikahan. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk berdiskusi langsung dengan para ahli, yang tentunya akan memperkaya perspektif mereka dalam mempersiapkan kehidupan berumah tangga.

Selain itu, acara ini juga memperkuat jaringan sosial di peserta, yang dapat menjadi dukungan emosional saat mereka memasuki fase baru dalam hidup. Dengan membangun komunitas yang saling mendukung, Generasi Z dapat lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin muncul dalam pernikahan.

News Jateng

Program Before Marriage Talk
Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x