Menata Harapan Melalui Pelatihan Pembuatan Batako di Nusakambangan
“Pelatihan batako: menyalakan harapan baru bagi masyarakat Nusakambangan.”
Menata Harapan Melalui Pelatihan Pembuatan Batako di Nusakambangan
Di balik jeruji besi Pulau Nusakambangan, sebuah inisiatif pembinaan warga binaan pemasyarakatan sedang berlangsung. Di Workshop FABA (Fly Ash and Bottom Ash) Balai Latihan Kerja (BLK) Nusakambangan, deru mesin pencetak batako dan paving block mengisi suasana. Warga binaan, seperti Kevin Ruben dan Rusdianto, tengah berusaha menciptakan masa depan yang lebih baik melalui pelatihan keterampilan yang berharga.
Kesempatan Kedua bagi Warga Binaan
Kevin, pria berusia 29 tahun asal Semarang, adalah salah satu peserta pelatihan yang merasakan manfaat nyata dari program ini. Ia mengaku bahwa pelatihan ini memberikan kesempatan kedua untuk menata hidup setelah tersandung masalah hukum. “Yang bisa mengubah stigma itu diri kita sendiri. Jika masyarakat melihat mantan narapidana sudah berubah dan memiliki keterampilan, pandangan negatif akan hilang seiring waktu,” ujarnya penuh harap.
Sementara itu, Rusdianto, warga binaan berusia 57 tahun, juga merasakan semangat yang tak kalah besar. Meskipun baru mengikuti pelatihan beberapa minggu, ia sudah mampu mengoperasikan mesin dan berharap dapat melanjutkan usaha batako setelah bebas. “Program ini sangat bermanfaat untuk masa depan kami,” katanya.
Inisiatif Ramah Lingkungan dan Ekonomi
Pelatihan pembuatan batako dan paving block ini didukung oleh PT PLN (Persero), yang menyediakan fasilitas dan peralatan. Dengan kapasitas produksi yang diperkirakan mencapai 2 juta paving block dan 1 juta batako per tahun, nilai ekonomi yang dihasilkan bisa mencapai Rp5,4 miliar. Selain itu, penggunaan FABA sebagai bahan baku juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 44 persen.
Aktivitas di BLK juga membangun kerjasama dan gotong royong antar warga binaan yang saling membantu dalam proses produksi. Dalam satu hari, mereka bisa menghasilkan lebih dari seribu batako, menunjukkan bahwa kerja sama tim sangat penting dalam mencapai tujuan bersama.
Menghadapi Tantangan Pasca Kebebasan
Setelah menjalani pelatihan ini, Kevin dan Rusdianto berharap pemerintah dapat memberikan akses permodalan untuk melanjutkan usaha mereka setelah bebas. “Jika ada bantuan modal, kami dapat meneruskan usaha ini di luar. Masyarakat memerlukan paving dan batako untuk pembangunan,” ungkap Rusdianto.
Komitmen pemerintah dalam memberikan pelatihan berbasis keterampilan ini bukan hanya untuk membantu warga binaan, tetapi juga untuk menciptakan peluang ekonomi baru yang ramah lingkungan. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan pentingnya program ini untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang relevan.
Menatap Masa Depan dengan Optimisme
Bagi Kevin, mesin pres batako kini menjadi simbol harapan. Ia percaya bahwa dengan keterampilan yang didapat, ia dapat menatap masa depan yang lebih cerah. “Terima kasih untuk semua yang telah membantu kami. Ini adalah modal berharga untuk hidup kami di luar,” tegasnya.
Program pelatihan ini bukan hanya sekadar mengajarkan keterampilan, tetapi juga memberikan peluang kesempatan kedua bagi mereka yang ingin berubah. Dari balik jeruji, mereka menunjukkan bahwa masa depan yang lebih baik selalu mungkin untuk dibangun.
Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng
- Menata Harapan Melalui Pelatihan Pembuatan Batako di Nusakambangan – Sumber Berita (25 Oct 2025, 06:05)
