Menata Harapan Lewat Cetakan Batako di Balik Jeruji Nusakambangan
“Harapan tumbuh meski terkurung, batako jadi simbol kebangkitan jiwa.”
Harapan Baru di Balik Jeruji
Di Workshop FABA (Fly Ash and Bottom Ash), Balai Latihan Kerja (BLK) Nusakambangan, deru mesin cetak batako dan paving block menciptakan suasana yang penuh semangat. Warga binaan pemasyarakatan bekerja sama dalam proses pembuatan batako dari adonan pasir, semen, dan FABA, yaitu abu sisa pembakaran batu bara. Di mereka, Kevin Ruben, seorang pria berusia 29 tahun, merasakan kebahagiaan saat melihat hasil kerjanya keluar dengan sempurna dari cetakan.
Peluang Kedua untuk Mereka
Bagi Kevin, pelatihan ini adalah kesempatan kedua untuk menata hidupnya. Sebelum menjalani hukuman dua tahun karena pencurian, ia tidak pernah membayangkan akan belajar cara membuat batako. Kini, ia merasa yakin bahwa pelatihan ini akan membantunya membangun masa depan yang lebih baik setelah bebas. Kevin percaya bahwa perubahan diri adalah kunci untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap mantan narapidana.
Pengalaman serupa juga dialami Rusdianto, seorang warga binaan berusia 57 tahun. Meski baru beberapa minggu mengikuti pelatihan, ia sudah mahir dalam mengoperasikan mesin dan memproduksi batako. Ia berharap dapat melanjutkan usaha ini setelah bebas, dan menjadikan keterampilan yang dipelajarinya sebagai modal untuk memulai kehidupan baru.
Manfaat Ekonomi dan Lingkungan
Pelatihan pembuatan batako dan paving block ini didukung oleh PT PLN (Persero) yang menyediakan instalasi pengolahan FABA. Dengan potensi produksi hingga 2 juta paving block dan 1 juta batako per tahun, nilai ekonomi yang dihasilkan bisa mencapai Rp5,4 miliar. Selain memberikan manfaat ekonomi, proses ini juga berkontribusi pada lingkungan dengan menurunkan emisi karbon.
Program ini menunjukkan bahwa pendidikan dan keterampilan dapat menjadi jembatan untuk mengubah hidup. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan para warga binaan dapat mengimplementasikan keterampilan yang mereka pelajari dan tidak kembali ke jalan yang salah.
Kesempatan untuk Berubah
Para warga binaan di BLK Nusakambangan berkomitmen untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan dukungan permodalan agar usaha mereka dapat terus berlanjut setelah kembali ke masyarakat. Dengan harapan baru dan keterampilan yang didapat, mereka siap untuk menghadapi masa depan dengan optimisme.
Komitmen untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa program pembinaan berbasis keterampilan sangat penting untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat. Dengan memanfaatkan FABA, mereka tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Pelatihan ini adalah bagian dari upaya kementerian untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna setelah mereka bebas.
Agus juga menyatakan, pembangunan balai latihan kerja di Nusakambangan adalah langkah strategis untuk memberdayakan warga binaan. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, diharapkan BLK dapat menjadi pusat produktivitas yang memberikan manfaat tidak hanya bagi lapas, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng
- Menata Harapan Lewat Cetakan Batako di Balik Jeruji Nusakambangan – Sumber Berita (16 Oct 2025, 06:50)
