Menghapus Perundungan di Sekolah Dokter Spesialis: Harapan Baru
“Empati dalam pendidikan menghapus luka, membangun generasi dokter yang lebih baik.”
Menghapus Praktik Perundungan di Lembaga Pendidikan Kesehatan
Kasus perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mencuat ke permukaan dan menjadi sorotan publik. Pengadilan Negeri Semarang telah menjatuhkan hukuman kepada tiga pelaku yang terlibat dalam tindak pidana pemerasan terhadap residen dokter spesialis. Ini adalah langkah penting dalam upaya menghapuskan praktik perundungan yang merugikan mahasiswa di lingkungan pendidikan kedokteran.
Pelanggaran Hukum yang Terungkap
Tiga pelaku yang terlibat dalam pemerasan tersebut, termasuk Ketua Program Studi Anestesiologi, telah dijatuhi hukuman penjara. Mereka terbukti bersalah melanggar Pasal 368 tentang pemerasan secara bersama-sama. Para pelaku memaksa mahasiswa PPDS Anestesi untuk membayar sejumlah uang yang disebut sebagai biaya operasional pendidikan, yang totalnya mencapai Rp2,49 miliar selama periode 2018 hingga 2023.
Tragedi dan Tindakan Responsif
Tragedi kematian Aulia Risma, seorang dokter muda yang diduga bunuh diri akibat tekanan perundungan, menjadi pemicu bagi keluarga korban untuk melaporkan peristiwa ini ke pihak berwajib. Kementerian Kesehatan pun bertindak cepat dengan menerbitkan surat penghentian sementara untuk Program Studi Anestesi Undip di RSUP Dr Kariadi Semarang. Langkah ini diambil untuk memastikan penyelidikan berjalan tanpa intimidasi dan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman.
Reformasi dalam Pendidikan Kesehatan
Setelah evaluasi dan audit, Kemenkes akhirnya membuka kembali program pendidikan tersebut pada Mei 2025. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memperbaiki tata kelola pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari perundungan. Pembukaan kembali PPDS Anestesi di RSUP Dr Kariadi Semarang diharapkan bisa memulihkan kepercayaan dan memperkuat sinergi institusi pendidikan dan layanan kesehatan.
Menuju Lingkungan Pendidikan yang Lebih Baik
Untuk menghindari pengulangan praktik perundungan dan pemerasan di masa depan, lembaga pendidikan harus mengambil tindakan tegas. Kebijakan yang lebih ketat dan pengawasan yang lebih baik diperlukan untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat menempuh pendidikan tanpa tekanan dari senior. Mari kita dukung upaya ini untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan lebih aman bagi semua dokter muda di Indonesia.
Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng
- Menghapus Perundungan di Sekolah Dokter Spesialis: Harapan Baru – Sumber Berita (26 Oct 2025, 20:00)
