: Tradisi ruwatan rambut gimbal Dieng perlu dilestarikan

Menteri AHY Dorong Pelestarian Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal di Dieng

“Pelestarian tradisi menguatkan identitas dan kebudayaan kita sebagai bangsa.”

Menteri AHY: Pentingnya Melestarikan Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan betapa pentingnya untuk melestarikan tradisi ruwatan cukur rambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan merupakan simbol pelepasan hal-hal negatif dan harapan bagi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik, mencintai negara, dan memiliki karakter yang kuat.

Pesona Dieng Culture Festival

AHY menyampaikan pandangannya setelah menghadiri prosesi ruwatan dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) XV Tahun 2025 di Kompleks Candi Arjuna. “Ini adalah pengalaman pertama saya menyaksikan tradisi yang unik dan bermakna. Kita harus terus merawat budaya yang kaya ini,” ungkapnya penuh antusias. DCF tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari mancanegara yang ingin menyaksikan langsung keunikan tradisi ini.

Upaya Pengakuan Internasional

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengajukan tradisi potong rambut gimbal ke UNESCO untuk diakui sebagai warisan budaya dunia. “Kami ingin menjadikan ritual ini sebagai daya tarik wisata internasional, sesuai dengan arahan Menteri untuk meningkatkan popularitas tradisi ini,” tambah Luthfi.

Ritual cukur rambut gimbal yang menjadi puncak acara DCF diikuti oleh delapan anak, termasuk Faiza Ahmad Al-Afghani, yang dengan ceria meminta Menteri AHY untuk mencukurnya. Ini menunjukkan betapa tradisi ini bukan hanya ritual, tetapi juga bagian dari perkembangan dan kebahagiaan anak-anak.

Selain ritual cukur rambut gimbal, DCF juga menampilkan berbagai seni dan budaya lokal yang memukau, seperti pertunjukan musik tradisional dan tarian khas Dieng. Keberagaman budaya yang ditampilkan dalam festival ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan kekayaan warisan budaya Indonesia.

Dengan semakin banyaknya perhatian terhadap tradisi ini, diharapkan lebih banyak generasi muda yang mengenal dan memahami makna di balik ruwatan rambut gimbal. Melalui pendidikan dan pelestarian yang tepat, budaya ini dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern.

Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng

Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x