Presiden Duterte Soroti Terorisme di KTT ASEAN 2017

“Perang melawan terorisme memerlukan kerjasama dan komitmen bersama negara-negara ASEAN.”

Presiden Duterte Soroti Terorisme di KTT ASEAN 2017

Dalam pidatonya yang penuh semangat, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menekankan pentingnya menghadapi ancaman terorisme, radikalisme, dan ekstremisme saat membuka KTT ke-31 ASEAN yang diadakan di Manila, Filipina. Acara ini dihadiri oleh para pemimpin dari sepuluh negara ASEAN serta mitra dialog ASEAN.

Pentingnya Kerjasama Regional

Duterte menyerukan kepada semua negara anggota ASEAN dan mitra untuk bersatu dalam memerangi terorisme yang dianggap sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan. Ia menjelaskan bahwa Filipina baru-baru ini mengalami dampak langsung dari aksi kelompok Maute, sebuah kelompok bersenjata yang terorganisir dan dianggap sebagai teroris yang melakukan penyerangan di Marawi.

“Terorisme dan kekerasan ekstremisme membahayakan perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan kita. Ancaman ini tidak mengenal batas,” ucap Duterte. Dia menyoroti bahwa pembajakan dan perampokan bersenjata telah mengguncang stabilitas pertumbuhan ekonomi serta perdagangan di tingkat regional dan global.

Dampak Krisis Marawi

Duterte juga mengingatkan para pemimpin akan pendudukan Marawi yang berlangsung selama lima bulan oleh kelompok teroris yang terinspirasi ISIS. Konflik ini tidak hanya mengakibatkan banyaknya korban jiwa, tetapi juga menghancurkan infrastruktur kota yang merupakan pusat kepercayaan Islam di Mindanao. Meskipun operasi militer berhasil mengakhiri pendudukan tersebut, kerusakan yang ditinggalkan sangatlah parah.

Pemerintah Indonesia dan beberapa negara lainnya menunjukkan dukungan untuk membantu Filipina dalam membangun kembali Kota Marawi. Duterte mengapresiasi bantuan dari negara-negara sahabat dan menegaskan, “Kami sedang berusaha membantu masyarakat Marawi untuk bangkit dan kembali ke kehidupan yang normal.”

Komitmen Berkelanjutan dalam Memerangi Terorisme

Dalam pidatonya, Duterte menekankan bahwa solusi terhadap masalah terorisme memerlukan pendekatan yang komprehensif, melibatkan aspek keamanan, pendidikan, dan pembangunan sosial. Kerjasama internasional menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini, di mana negara-negara ASEAN harus saling mendukung untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Selain itu, Duterte juga menyerukan agar negara-negara ASEAN menginvestasikan lebih banyak sumber daya untuk program-program pencegahan yang ditujukan untuk menanggulangi radikalisasi di kalangan generasi muda. Dengan mengedukasi masyarakat dan memberikan kesempatan yang lebih baik, diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya aksi terorisme di masa depan.

Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng

Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x