The Rockefeller Foundation Kunjungi Dapur Sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

“Kesehatan anak adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa.”

Kunjungan The Rockefeller Foundation ke Dapur Sehat

The Rockefeller Foundation baru-baru ini melakukan kunjungan ke dapur sehat di SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, pada tanggal 10 Oktober 2025. Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari The Rockefeller Foundation, Kota Cerdas Pangan Rikolto Asia Tenggara, serta Yayasan Gita Pertiwi. Mereka berkesempatan untuk melihat secara langsung proses penyajian makanan sehat di dapur sekolah.

Tujuan Kunjungan Untuk Mempelajari Program Makan Bergizi

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, menjelaskan bahwa The Rockefeller Foundation berfokus pada nutrisi anak-anak di lebih dari 130 negara. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, yang telah berhasil menjangkau lebih dari 30 juta anak di Indonesia.

Implementasi Program Makan Bergizi di Sekolah

SD Muhammadiyah 1 Ketelan telah menjalankan program makan bergizi sejak sepuluh tahun lalu. Kepala Sekolah, Sri Sayekti, menyatakan bahwa kantin sekolah dibangun untuk membudayakan pola makan sehat dan mengurangi konsumsi makanan siap saji di kalangan siswa. Monitoring dan evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar gizi yang baik.

Melalui kunjungan ini, The Rockefeller Foundation berharap dapat menggali lebih dalam mengenai praktik baik yang ada di Indonesia, serta memberikan kontribusi pembelajaran bagi negara lain yang baru memulai program serupa. Dapur sehat di SD Muhammadiyah 1 menjadi contoh konkret upaya meningkatkan gizi anak-anak melalui makanan yang sehat dan bergizi.

Pentingnya program dapur sehat di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Dengan menyediakan makanan bergizi, sekolah dapat mendukung perkembangan fisik dan mental anak-anak, serta membentuk kebiasaan makan yang baik sejak dini.

Selain itu, keberadaan dapur sehat ini juga membuka peluang bagi kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti lembaga kesehatan dan organisasi non-profit lainnya. Kolaborasi ini dapat memperkuat jaringan dukungan untuk keberlanjutan program makan bergizi di sekolah-sekolah lain di Indonesia.

Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng

Sumber gambar: Media Source
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x