RPKD sebagai Pedoman Penanggulangan Kemiskinan di Magelang
“RPKD: Jembatan harapan untuk mengatasi kemiskinan dan membangun masa depan.”
RPKD: Solusi Terencana untuk Penanggulangan Kemiskinan di Magelang
Wakil Wali Kota Magelang, Sri Harso, mengungkapkan pentingnya Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) sebagai panduan dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan di wilayahnya. Dalam acara Diseminasi RPKD Kota Magelang 2025-2029 yang berlangsung di Aula Pangripta Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), dia menekankan kolaborasi antar semua pihak sebagai kunci sukses program ini.
Kontribusi RPKD dalam Mengurangi Angka Kemiskinan
Dokumen RPKD yang sedang disusun untuk periode 2025-2029 berfungsi sebagai landasan strategis dalam menurunkan angka kemiskinan di Kota Magelang. Sasaran utamanya adalah mengurangi kemiskinan ekstrem yang dihadapi oleh masyarakat. RPKD ini tidak hanya berfokus pada tindakan pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen, termasuk masyarakat dan sektor swasta.
Dalam penyusunannya, RPKD merespons Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 yang mengarahkan pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran demi pengentasan kemiskinan. Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) menjadi ujung tombak dalam mengoordinasikan strategi-strategi penanggulangan ini.
Tantangan dan Strategi Penganggaran Pemkot Magelang
Kepala Bapperida Kota Magelang, Handini Rahayu, memberikan gambaran tentang kemajuan penanggulangan kemiskinan di daerah tersebut. Menurut data, persentase penduduk miskin menunjukkan penurunan signifikan, dari 7,75 persen pada tahun 2021 menjadi 5,68 persen pada tahun 2025. Meski begitu, tantangan besar tetap ada, seperti meningkatnya angka ketimpangan yang tercermin dalam rasio gini yang melonjak.
Strategi penganggaran Pemkot Magelang saat ini lebih banyak difokuskan pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat. Sekitar 65 persen dari anggaran dialokasikan untuk subsidi dan bantuan sosial, sementara hanya 6 persen yang diperuntukkan bagi peningkatan pendapatan melalui program pelatihan kerja dan pendampingan UMKM. Fokus yang seimbang pengurangan beban dan peningkatan pendapatan diperlukan agar pencapaian hasil lebih optimal.
Pentingnya Kolaborasi untuk Mewujudkan RPKD
Keberhasilan RPKD sangat bergantung pada dukungan serta kolaborasi semua pihak. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari masyarakat dan swasta dalam implementasi program ini sangat diharapkan. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan angka kemiskinan di Kota Magelang dapat terus menurun dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang RPKD dan partisipasi dalam program penanggulangan kemiskinan, kunjungi laman resmi Pemkot Magelang.

- RPKD sebagai Pedoman Penanggulangan Kemiskinan di Magelang – Sumber Berita (18 Nov 2025, 01:40)
