Warga Aktivis Lingkungan Tutup Permanen Tambang Bukit Jenar Banyumas

Warga dan Aktivis Lingkungan Desak Penutupan Permanen Tambang di Bukit Jenar Banyumas

” bersama adalah kekuatan, menjaga alam untuk generasi mendatang.”

Desakan Penutupan Tambang di Bukit Jenar

Puluhan warga dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional serta Musyawarah Masyarakat Baseh, berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Aksi yang dilakukan pada Selasa (9/12/2025) ini bertujuan untuk mendesak pemerintah menutup permanen tambang PT Dinar Batu Agung (DBA) yang beroperasi di Bukit Jenar, Desa Baseh.

Dampak Lingkungan yang Mengkhawatirkan

Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan selama empat tahun aktivitas penambangan batu yang berlangsung di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng. Ketua Presidium Gunung Slamet Menuju Taman Nasional, Andi Rustono, menyampaikan bahwa operasional tambang telah menyebabkan kerusakan serius pada ekosistem setempat. Sebanyak 19 kolam ikan milik warga mengalami kerusakan, dan 24 hektare sawah tertimbun sedimen, pasir, dan kerikil.

Andi Rustono menegaskan, “Keberadaan tambang ini telah mewariskan kerusakan alam. Sedimen yang terbawa air hujan merusak kualitas air kolam, serta mengubur struktur tanah sawah.” Dia menambahkan bahwa penutupan sementara yang saat ini diberlakukan tidak cukup untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Ancaman terhadap Sumber Air dan Keanekaragaman Hayati

Aktivitas tambang di Bukit Jenar tidak hanya membahayakan lingkungan, tetapi juga mengancam sumber mata air utama yang sangat penting bagi lebih dari 100 keluarga di Desa Baseh. Limbah dan material dari tambang berpotensi menimbulkan polusi yang lebih luas, menggerus keanekaragaman hayati, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Melalui unjuk rasa ini, masyarakat mendesak pemerintah daerah, termasuk Bupati Banyumas dan DPRD Kabupaten Banyumas, untuk bersikap tegas terhadap dugaan pelanggaran izin dan praktik penambangan yang dinilai tidak bertanggung jawab. Tuntutan utama mereka mencakup penutupan permanen operasi PT DBA, normalisasi area sawah dan kolam yang rusak, serta pemberian ganti rugi penuh kepada petani dan pemilik kolam.

Langkah Selanjutnya untuk Melindungi Lingkungan

Pihak Presidium juga meminta DPRD Kabupaten Banyumas segera memfasilitasi audiensi dengan berbagai pihak terkait untuk menindaklanjuti tuntutan mereka. Ini dianggap sangat penting untuk mencegah bencana yang lebih besar dan memastikan komitmen pemerintah dalam menangani kerusakan yang telah terjadi.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan, diharapkan tindakan nyata dapat segera diambil untuk melindungi Bukit Jenar dan sekitarnya. Mari kita dukung upaya bersama ini untuk kebaikan bersama dan kelestarian lingkungan.

News Jateng

Sumber gambar: Media Source
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x