76 Miliar di KEK Batang: Enam Perusahaan Bergabung

Investasi Rp456,76 Miliar di KEK Batang: Enam Perusahaan Bergabung

“Investasi besar menciptakan harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.”

Investasi Menarik di KEK Batang

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Jawa Tengah baru-baru ini mencatatkan pencapaian yang menggembirakan dengan masuknya enam perusahaan baru. Total nilai investasi yang digelontorkan mencapai Rp456,76 miliar, menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim bisnis di Indonesia. Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menyatakan bahwa kehadiran para investor ini diharapkan dapat memperkuat realisasi investasi langsung asing dan menciptakan banyak lapangan kerja.

Pembangunan Infrastruktur dan Ekosistem Terintegrasi

Dengan adanya investor baru, KEK Batang berkomitmen untuk membangun ekosistem yang tidak hanya fokus pada industri, tetapi juga mengintegrasikan fasilitas hiburan, hotel, dan layanan pendukung lainnya. Hal ini bertujuan menjadikan kawasan ini sebagai pusat ekonomi terpadu yang menarik bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Tenant Makanan dan Minuman Pertama

Langkah awal diversifikasi kawasan ini telah dimulai dengan merekrut tenant pertama di sektor kuliner. PT San Bao Canyin akan membangun restoran di atas lahan seluas 2.002 meter persegi dengan investasi Rp4,3 miliar. Konstruksi akan dimulai pada November 2025 dan ditargetkan beroperasi pada Februari 2026. Selain itu, PT Cinlong Culinary Indonesia juga berinvestasi untuk restoran yang diharapkan mulai beroperasi pada Juni 2026.

Peluang Manufaktur yang Menjanjikan

KEK Batang tidak hanya menarik investasi di sektor kuliner, tetapi juga di bidang manufaktur. PT WKI, produsen komponen sepatu ternama asal Tiongkok, akan berinvestasi Rp120 miliar untuk membangun pabrik di lahan seluas 16.440 meter persegi. Kehadiran perusahaan ini diharapkan mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja dan mengurangi ketergantungan pada barang impor.

Selain itu, PT Novatex Industry Indonesia, yang fokus pada produksi benang ramah lingkungan, juga bergabung dengan investasi sebesar Rp102 miliar. Pabrik ini ditargetkan untuk memproduksi 4.000 ton per tahun, dengan orientasi ekspor yang mencapai 95 persen dari total produksinya. Kehadiran perusahaan-perusahaan ini tidak hanya memberikan dampak finansial, tetapi juga meningkatkan daya saing KEK Batang di pasar global.

Dengan visi untuk menjadi pusat manufaktur modern yang terintegrasi, KEK Batang berencana terus menarik lebih banyak investor dan memperluas infrastruktur yang mendukung. Ini adalah kesempatan besar bagi para pelaku usaha untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi lokal serta memperoleh manfaat dari perkembangan kawasan yang terus tumbuh.

News Jateng

76 Miliar di KEK Batang: Enam Perusahaan Bergabung
Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x