Tim Farmasi UMS Raih Emas di ISIF 2025 dengan Inovasi Nanoemulsi untuk Atasi Peradangan

“Inovasi nanoemulsi, harapan baru dalam mengatasi peradangan dengan dedikasi.”

Tim Farmasi UMS Menorehkan Prestasi di ISIF 2025

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mengukir prestasi luar biasa dengan meraih medali emas dalam kompetisi 7th International Science and Invention Fair (ISIF) 2025. Keberhasilan ini diraih berkat inovasi nanoemulsi yang dikembangkan untuk mengatasi peradangan. ISIF, yang diinisiasi oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA), menjadi ajang bergengsi yang diikuti oleh 956 tim inovator muda dari 27 negara.

Inovasi Nanoemulsi sebagai Solusi Anti-Inflamasi

Tim yang dikenal dengan nama Nansyi ini terdiri dari lima mahasiswa berbakat: Dani Hendrawan, Jelyza Wida Azizah, Salsabila Rizki Iriyanti, Syahbana Najwa Prayoga, dan Nanda Fadhilah. Mereka mempresentasikan inovasi berjudul “Uji Karakterisasi dan Evaluasi Sistem Penghantaran Nanoemulsi Ekstrak Etanol Benalu Teh (Scurrula atropurpurea) sebagai Agen Antiinflamasi Oral”. Inovasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengantaran obat yang lebih efektif dan aman.

Ketua tim, Dani Hendrawan, menjelaskan bahwa teknologi nanoemulsi yang mereka gunakan dapat meningkatkan penyerapan zat aktif sekaligus mengurangi risiko efek samping dari obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang biasanya digunakan. Hal ini sangat penting, mengingat banyaknya masalah kesehatan yang timbul akibat penggunaan obat-obatan tersebut dalam jangka panjang.

Proses dan Tantangan dalam Pengembangan Inovasi

Pembuatan formula tidak selalu berjalan lancar. Tim Nansyi harus melalui tiga kali percobaan untuk menemukan kombinasi bahan yang tepat dan efektif. Namun, semua usaha mereka terbayar dengan medali emas yang diraih di Bali. Dosen pembimbing, Suprapto, S.Si., Apt., M.Sc., menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini dan berharap dapat menginspirasi mahasiswa lain di UMS untuk berinovasi.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Fakultas Farmasi UMS tetapi juga menempatkan nama Indonesia di peta prestasi inovasi global. Suprapto berharap bahwa inovasi nanoemulsi ini dapat segera direalisasikan dalam bentuk produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menuju Tahap Hilirisasi Inovasi

Dengan pencapaian ini, diharapkan ada langkah nyata untuk membawa inovasi nanoemulsi keluar dari laboratorium dan menuju ke tahap hilirisasi. Hal ini penting agar manfaat dari penelitian ini dapat dirasakan oleh masyarakat luas, terutama bagi mereka yang memerlukan solusi untuk masalah peradangan. Capaian ini menjadi dorongan bagi seluruh sivitas akademika UMS untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi ilmu pengetahuan dan kesejahteraan umat.

News Jateng

Sumber gambar: Media Source
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x