berkelanjutan dalam bidang obat dan pangan saat jadi narasumber KPPTI 2025

Rektor UMS Paparkan Konsep Perguruan Tinggi Berkelanjutan dalam Obat dan Pangan di KPPTI 2025

“Pendidikan berkelanjutan kunci inovasi dalam obat dan pangan masa depan.”

Konsep Perguruan Tinggi yang Berkelanjutan

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., memberikan presentasi menarik di Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025. Dalam acara yang berlangsung di Surabaya, beliau menyampaikan tema “Solusi untuk Kesehatan dan Pangan” melalui paparan berjudul PBB – Perguruan Tinggi Berdampak–Berkelanjutan (Obat & Pangan) pada tanggal 21 November 2025.

Pentingnya Inovasi dalam Pendidikan Tinggi

KPPTI 2025 merupakan forum bergengsi yang mempertemukan rektor dan pemimpin perguruan tinggi untuk berdialog mengenai arah kebijakan pendidikan di Indonesia. Dalam presentasinya, Harun menekankan bahwa perguruan tinggi harus berperan aktif dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul di dunia akademik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan keberlanjutan bangsa.

Inovasi yang Dihasilkan oleh UMS

Melalui presentasi tersebut, Harun memperkenalkan berbagai inovasi hasil riset lintas konsorsium, termasuk Konsorsium Riset Inovasi Obat dan Makanan serta program hilirisasi teknologi. Beberapa inovasi unggulan yang dipaparkan meliputi Mentari Super Genjah Wangi, Beras Analog, dan Pupuk Organik Cair dari limbah rumah tangga. Inovasi ini menunjukkan bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi pada ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Peran Strategis Perguruan Tinggi

Menurut Harun, partisipasi UMS dalam KPPTI 2025 mencerminkan komitmen universitas dalam memperkuat daya saing nasional. Dengan mengedepankan riset yang berdampak dan berkelanjutan, UMS berupaya menjawab tantangan strategis di sektor kesehatan dan pangan. “Perguruan tinggi harus mengambil peran lebih besar dalam menghadirkan solusi konkret bagi bangsa,” tegasnya.

Konsep PBB yang diusung UMS menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem riset yang berorientasi pada kemandirian teknologi dan keberlanjutan lingkungan. Dengan kolaborasi dan inovasi, UMS berkomitmen untuk menjadi pusat transformasi yang menjembatani riset dan kebutuhan masyarakat.

Membangun Kemandirian Teknologi dan Ketahanan Pangan

Dalam era globalisasi ini, kemandirian teknologi menjadi sangat penting untuk pembangunan bangsa. UMS berfokus pada penelitian yang tidak hanya inovatif tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, hasil penelitian diharapkan dapat diimplementasikan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bidang obat dan pangan.

Kolaborasi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

UMS menyadari bahwa kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah sangatlah krusial. Melalui sinergi ini, diharapkan muncul berbagai solusi yang dapat mengatasi masalah ketahanan pangan dan kesehatan dengan lebih efektif. Kegiatan seperti KPPTI 2025 menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring kolaborasi ini.

News Jateng

Sumber gambar: Media Source
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x