Bupati Kudus Dorong Inovasi Desa Di Tengah Kebijakan Efisiensi

Bupati Kudus Dorong Inovasi Desa di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

“Inovasi desa adalah kunci bertahan dalam keterbatasan anggaran yang ada.”

Bupati Kudus Dorong Inovasi Desa di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengajak pemerintah desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk terus berinovasi meskipun harus menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dana desa. Pernyataan ini disampaikan usai acara Peringatan Hari Desa Nasional di Lapangan Tennis Indoor Angga Sasana Krida, pada Senin (12/1/2026). Dalam peringatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya evaluasi dan refleksi untuk menjadikan desa sebagai ujung tombak dalam pemerintahan.

Pentingnya Inovasi dalam Pembangunan Desa

Dalam pandangannya, desa berperan krusial dalam menyelesaikan berbagai tantangan seperti ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, hingga pengurangan angka stunting. Oleh karena itu, inovasi menjadi kunci dalam pelaksanaan program-program pembangunan desa yang efektif dan efisien. “Mari kita gali potensi pendapatan asli desa (PAD) yang sah dan legal,” ujarnya.

Sam’ani juga menyerukan agar pemerintah desa mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, termasuk perjalanan dinas yang tidak mendesak, untuk tetap fokus pada pelayanan dan bantuan modal bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas meskipun dalam kondisi anggaran yang terbatas.

Kolaborasi dan Prioritas Pembangunan

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus, Famny Dwi Arfana, menambahkan bahwa semangat pelayanan publik harus tetap terjaga. Semua elemen desa diharapkan dapat berkolaborasi dan menghadirkan inovasi untuk memaksimalkan pendapatan desa. Dengan adanya pedoman penyusunan program yang jelas, pemerintah desa diharapkan dapat menjelaskan kepada masyarakat terkait prioritas penggunaan dana desa tahun ini.

Program-program yang diutamakan lain bantuan langsung tunai (BLT), dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih, dan penyediaan makanan tambahan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan desa-desa di Kudus dapat terus berkembang meskipun dalam situasi yang menantang.

Strategi Efisiensi Anggaran yang Berdampak Positif

Di tengah kebijakan efisiensi ini, Bupati Kudus mengingatkan pentingnya berpikir kreatif dan inovatif dalam pengelolaan sumber daya desa. Dengan memanfaatkan teknologi dan pendekatan baru dalam perencanaan, desa dapat mencapai hasil yang lebih baik tanpa mengandalkan dana yang besar. Hal ini termasuk pemanfaatan aplikasi digital untuk transparansi anggaran dan partisipasi masyarakat.

Selain itu, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu strategi unggulan untuk meningkatkan perekonomian lokal. BUMDes yang efektif dan dikelola dengan baik dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan desa, sehingga mengurangi ketergantungan pada dana desa.

News Jateng

Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x