Optimalisasi Lahan Terdampak Rob untuk Padi Biosalin di Batang
“Memanfaatkan lahan terancam untuk mengubah tantangan menjadi solusi berkelanjutan.”
Optimalisasi Lahan Terdampak Rob di Batang
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengambil langkah inovatif dengan memanfaatkan lahan seluas 530,2 hektare yang terdampak rob. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya padi jenis Biosalin 1 dan Biosalin 2, guna mendukung ketahanan pangan di daerah tersebut.
Program Pertanian Berkelanjutan
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Sutadi Ronodipuro, menjelaskan bahwa mereka telah melakukan uji coba penanaman padi Biosalin di area Kasepuhan seluas satu hektare. Keberhasilan uji coba ini menjadi dasar untuk memperluas program ke lahan pertanian lain yang terdampak rob.
Dengan dukungan dari Badan Perakitan Modernisasi Pertanian dan Badan Riset Inovasi Nasional, proyek percontohan atau demplot untuk padi Biosalin telah disiapkan di beberapa wilayah, termasuk Klidang Lor dan Karangasem Utara. Dengan harapan, program ini dapat meningkatkan hasil panen yang sebelumnya mencapai 10 ton gabah per hektare.
Dampak Positif bagi Petani
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi beras tetapi juga memberikan harapan baru bagi para petani yang terdampak rob. Jika berhasil, capaian panen yang meningkat sebesar 50 persen akan menjadi kabar baik bagi komunitas petani lokal. Panen padi dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026, dengan target produksi padi mencapai 177.319 ton gabah kering giling.
Melalui teknologi benih Biosalin ini, diharapkan para petani pesisir dapat kembali menikmati hasil pertanian yang optimal. Dengan langkah-langkah yang tepat, ketahanan pangan di Batang dapat terjaga dan bahkan ditingkatkan.

- Optimalisasi Lahan Terdampak Rob untuk Padi Biosalin di Batang – Sumber Berita (13 Jan 2026, 00:30)
