BPJS Kesehatan dan PWRI Tingkatkan Literasi Program JKN

“Literasi JKN memperkuat kesadaran akan hak kesehatan setiap individu.”

Kolaborasi Strategis BPJS Kesehatan dan PWRI

BPJS Kesehatan bersama dengan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) telah mengambil langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan yang diadakan di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis, 9 Oktober 2025, ini bertujuan untuk memperkuat literasi kesehatan di kalangan anggota PWRI dan masyarakat luas.

Pemahaman dan Kemudahan Akses Layanan JKN

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun, menjelaskan bahwa acara ini merupakan forum untuk berdiskusi mengenai hak dan kewajiban peserta JKN. Menurutnya, per 1 Oktober 2025, peserta JKN telah mencapai 282,75 juta, mencakup 98,62 persen dari total penduduk Indonesia. Ini menunjukkan keberhasilan Program JKN yang telah berjalan selama satu dekade sejak diluncurkan pada tahun 2014.

David juga menekankan pentingnya inovasi dalam pelayanan, seperti penerapan nomor induk kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal peserta. Hal ini memungkinkan peserta untuk mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP, tanpa perlu membawa kartu fisik BPJS Kesehatan.

Inovasi Digital dalam Pelayanan Kesehatan

BPJS Kesehatan terus berupaya mengembangkan akses layanan digital, termasuk antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN yang memudahkan peserta mendapatkan nomor antrean tanpa harus menunggu lama. Proses rujukan juga telah disederhanakan untuk peserta dengan kondisi khusus, seperti hemodialisis dan thalassemia.

David menambahkan bahwa evaluasi layanan dilakukan setiap tahun melalui survei kepuasan peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan Customer Satisfaction Index (CSI), dari 81,5 pada tahun 2020 menjadi 92,1 pada tahun 2024. Ini menunjukkan keberhasilan BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik.

Komitmen Terhadap Kesehatan Masyarakat

BPJS Kesehatan juga melakukan skrining riwayat kesehatan yang dapat diakses melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi Mobile JKN dan WhatsApp. Ini merupakan langkah preventif yang penting untuk membantu peserta memahami kondisi kesehatan mereka dan mencegah risiko penyakit di masa depan.

Setyanto P Sentosa, Wakil Ketua Umum PB PWRI, mengapresiasi kemudahan layanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan. Ia menekankan pentingnya olahraga dan menjaga kesehatan di usia senja, yang merupakan bagian dari program rutin PWRI.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan informasi mengenai program JKN dapat tersebar lebih luas dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. BPJS Kesehatan dan PWRI berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng

Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x