Gempur Rokok Ilegal di Festival Film Eks Keresidenan Pekalongan

“Kesehatan lebih berharga dari hiburan; pilih hidup tanpa rokok ilegal.”

Festival Film Untuk Melawan Rokok Ilegal

Gempur Rokok Ilegal Festival Film (GRIFF) adalah ajang lomba film pendek yang diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok ilegal. Acara ini berlangsung di Taman Budaya Kota Tegal pada Sabtu, 20 September 2025, dan diikuti oleh 32 peserta dari se-Eks Karesidenan Pekalongan. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, membuka acara tersebut dan menekankan pentingnya pendekatan kreatif dalam memerangi rokok ilegal.

Pentingnya Edukasi Melalui Film

Dedy Yon menyatakan bahwa festival film ini bukan hanya sekadar ajang kreativitas, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang efektif untuk generasi muda. Ia menjelaskan bahwa rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Dengan menggunakan media film, pesan tentang perlawanan terhadap rokok ilegal dapat disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Harapan Terhadap Sineas Muda

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tegal, Joko Sukur Baharudin, berharap GRIFF akan menjadi batu loncatan bagi talenta muda di dunia perfilman. Karya-karya terbaik dari para pemenang akan ditampilkan di videotron Kota Tegal dan diunggah ke media sosial resmi pemerintah. Ini adalah kesempatan emas bagi para sineas muda untuk menunjukkan bakat mereka dan berkontribusi dalam kampanye melawan rokok ilegal.

Kepala Bea Cukai Kota Tegal, Yudi Hendrawan, menekankan bahwa peredaran rokok ilegal masih menjadi masalah yang perlu diatasi. Menurutnya, sekitar 5 persen dari total peredaran adalah rokok ilegal, yang merupakan angka signifikan. Dengan adanya GRIFF, diharapkan masyarakat semakin sadar dan mendapatkan edukasi mengenai bahaya rokok ilegal.

Juri yang terlibat dalam kompetisi ini terdiri dari para profesional di bidang perfilman dan regulasi cukai. GRIFF memiliki sembilan kategori penilaian, yang mencakup film pendek terpilih untuk pelajar dan umum, sutradara terpilih, serta kategori favorit berdasarkan pilihan audiens.

Untuk mengedukasi masyarakat lebih lanjut, pihak penyelenggara juga berencana mengadakan seminar dan diskusi terkait dampak negatif rokok ilegal. Ini adalah langkah strategis untuk melibatkan lebih banyak orang dalam pergerakan melawan rokok ilegal, tidak hanya melalui film tetapi juga diskusi yang mendalam.

Selain itu, festival ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk mengadakan acara serupa, sehingga kampanye melawan rokok ilegal dapat dilakukan secara lebih luas dan efektif. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam memerangi rokok ilegal adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Lihat selengkapnya dari referensi dan sumber asli: News Jateng

Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x