Kritik Anggota DPRD Batang terhadap Pembangunan Drainase Bertahap

Kritik Anggota DPRD Batang terhadap Pembangunan Drainase Bertahap

“Pembangunan berkelanjutan butuh kritik demi kebaikan masyarakat dan lingkungan.”

Kritik Terhadap Kebijakan Pembangunan Drainase di Batang

Anggota DPRD Batang, Tofani Dwi Ariyanto, mengungkapkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah terkait pembangunan sistem drainase yang dilakukan secara bertahap. Menurutnya, pendekatan ini tidak efektif dalam penanggulangan banjir, terutama di daerah pemilihan (Dapil) 1. Kebijakan ini, yang diakui oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, terpaksa diambil karena adanya pembatasan anggaran akibat pemangkasan dana dari Pemerintah Pusat.

Musrenbang dan Diskusi Pembangunan Infrastruktur

Pernyataan ini muncul dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Batang yang diselenggarakan pada 2 Februari 2026. Tofani menekankan pentingnya merencanakan proyek irigasi dan drainase secara menyeluruh, bukan setengah-setengah. “Dampak dari pembangunan yang tidak tuntas tidak akan terasa signifikan, seperti yang terlihat di Jalan Ahmad Yani Kauman,” ujarnya.

Meski DPUPR mengakui bahwa pekerjaan teknis sudah dilakukan dengan baik, hasilnya masih jauh dari harapan masyarakat. “Karena anggaran terbatas, dampak dari proyek tersebut tidak maksimal,” kata Tofani. Hal ini menunjukkan perlunya evaluasi dan perbaikan dalam perencanaan anggaran untuk proyek infrastruktur.

Tanggapan DPUPR dan Tantangan Anggaran

Kepala DPUPR, Endro Suryono, menjelaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari DPRD. Namun, keterbatasan dana membuat proyek harus dikerjakan secara bertahap, dengan alokasi dana yang terbagi setiap tahun. “Saat ini, anggaran dibagi menjadi beberapa bagian, sehingga proyek tidak bisa langsung tuntas,” jelasnya.

Kritik Anggota DPRD Batang terhadap Pembangunan Drainase Bertahap illustration
Ilustrasi

Endro juga menyampaikan bahwa pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat berdampak signifikan terhadap pembiayaan proyek infrastruktur. “Kita mengalami pengurangan anggaran sekitar Rp16 miliar atau setara dengan 14 hingga 15 persen dari total anggaran DPUPR,” tambahnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan anggaran untuk memastikan penyelesaian infrastruktur yang vital bagi masyarakat.

Pentingnya Infrastruktur Drainase yang Efektif

Pembangunan infrastruktur drainase yang efektif sangat penting untuk mencegah banjir, terutama di daerah rawan seperti Batang. Drainase yang baik tidak hanya melindungi lahan pertanian tetapi juga mengurangi risiko kerugian ekonomi bagi masyarakat. Dengan meningkatnya curah hujan dan perubahan iklim, perhatian terhadap sistem drainase yang memadai menjadi semakin mendesak.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa proyek infrastruktur berjalan sesuai dengan kebutuhan lokal. Komunikasi yang baik antara pihak-pihak terkait dapat membantu mengidentifikasi masalah sejak dini dan mencari solusi yang tepat.

Kritik Anggota DPRD Batang terhadap Pembangunan Drainase Bertahap
Ilustrasi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x