Pemprov Jateng Operasikan 38 Pompa untuk Atasi Banjir di Semarang dan Demak

“Bersama, kita hadapi tantangan alam untuk kesejahteraan bersama.”

Pemprov Jateng Ambil Langkah Cepat Tangani Banjir

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah mengaktifkan 38 pompa untuk menangani masalah banjir di kawasan Pantai Utara, terutama di Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menjelaskan bahwa dua lokasi utama yang menjadi perhatian adalah Kaligawe di Semarang dan Sayung di Demak.

Strategi Penanganan Banjir yang Efektif

Data dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menunjukkan bahwa total kapasitas pompa di empat titik utama penanganan banjir mencapai 30.360 liter per. Pompa-pompa ini terdiri dari berbagai jenis, termasuk tujuh unit pompa eksisting, tiga floating pump, dan 28 mobile pump yang beroperasi tanpa henti untuk menyalurkan air ke kolam retensi dan aliran sungai.

Kolam Retensi Terboyo menjadi salah satu titik strategis dalam sistem pengendalian banjir di wilayah timur Semarang, dengan kapasitas hingga 6,7 juta meter kubik. Air yang tersimpan di kolam ini akan dialirkan ke Sungai Dompo, Babon, dan akhirnya ke laut.

Inovasi dan Dukungan Teknologi dalam Penanganan Banjir

Pemerintah juga telah membangun sodetan dari Sungai Dompo ke arah Kedompo untuk mengurangi dampak banjir di Sayung. Selain itu, modifikasi cuaca terus dilakukan untuk mengendalikan curah hujan di daerah tersebut. Proyek tanggul laut Semarang-Demak juga sedang berjalan dan ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan tahun 2026.

Dengan upaya yang terencana dan penggunaan teknologi modern, diharapkan masalah banjir di Semarang dan Demak dapat teratasi dengan lebih cepat dan efisien. Mari kita dukung langkah-langkah positif ini demi kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat.

News Jateng

Sumber gambar: Media Source
Referensi:

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x