Inisiatif BEM Berdampak UMS untuk Pemberdayaan Masyarakat

Program Sewu Santun: Inisiatif BEM Berdampak UMS untuk Pemberdayaan Masyarakat

“Kebaikan kecil menciptakan perubahan besar bagi masyarakat yang membutuhkan.”

Peluncuran Program Sewu Santun oleh BEM Berdampak UMS

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Berdampak Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) baru-baru ini meluncurkan program inovatif bernama Sewu Santun di Solo, Jawa Tengah. Program ini mengusung konsep kolaboratif dalam pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, serta fokus pada edukasi mitigasi bencana, pencegahan stunting, dan penguatan ekonomi lokal melalui UMKM.

Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Sosial

Ketua tim, Siti Azizah Susilawati, Ph.D., menjelaskan bahwa program Sewu Santun merupakan implementasi nyata dari skema BEM Berdampak yang mengedepankan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Dalam program ini, 20 mahasiswa berkolaborasi untuk menyelesaikan isu-isu sosial yang ada di masyarakat, dengan pendekatan edukatif dan partisipatif.

EduBoard: Media Edukasi Inovatif

Salah satu inovasi dalam program ini adalah peluncuran EduBoard, media edukasi yang dirancang oleh mahasiswa untuk menyampaikan informasi tentang mitigasi bencana dan pencegahan stunting. EduBoard ini dilengkapi dengan panel surya, menjadikannya sebagai contoh penerapan teknologi ramah lingkungan yang dapat ditemui di tingkat komunitas.

Dengan adanya EduBoard, diharapkan masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya mitigasi bencana dan kesehatan keluarga. Pendekatan ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi teknologi dan edukasi dalam meningkatkan kesadaran publik.

Sinergi UMKM dan Keberlanjutan

Selain peluncuran EduBoard, program Sewu Santun juga melibatkan pelaku UMKM lokal dengan meluncurkan produk baru seperti telur pindang batik dan apem kelor. Produk ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi lokal, tetapi juga mengangkat identitas budaya Kampung Sewu sebagai bagian dari warisan Kota Surakarta.

Penting untuk dicatat bahwa program ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa UMS diharapkan dapat memberikan solusi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Sewu.

Keterlibatan Masyarakat Lokal

Melalui kolaborasi dengan Karang Taruna dan pelaku UMKM, program Sewu Santun mengintegrasikan masyarakat lokal dalam setiap langkahnya. Keterlibatan ini memastikan bahwa manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan selama pelaksanaannya, tetapi juga berlanjut setelah kegiatan mahasiswa selesai.

Model Praktik Baik dalam Pengabdian Masyarakat

Program Sewu Santun diharapkan dapat menjadi model bagi program-program pengabdian masyarakat lainnya, baik di tingkat universitas maupun di wilayah lain. Dengan mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan, kemanusiaan, dan keislaman, BEM Berdampak UMS menunjukkan komitmennya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

News Jateng

Inisiatif BEM Berdampak UMS untuk Pemberdayaan Masyarakat
Sumber gambar: Media Source
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x